Penyelenggaraan kompetisi ketangkasan individu ini menjadi sarana evaluasi yang sangat objektif bagi tim pelatih untuk melihat hasil pembinaan harian di klub masing-masing. Kegiatan ini juga berjalan beriringan dengan program scouting daerah, di mana tim pemandu bakat dapat memanfaatkan momentum ini sebagai bagian dari penjaringan atlet potensial yang memiliki kombinasi postur tubuh ideal serta keterampilan dasar yang matang. Sinergi antara keahlian teknis yang teruji dan evaluasi fisik yang terukur akan mempermudah daerah dalam membangun skuad perwakilan kota yang kompetitif untuk ajang kejuaraan provinsi.
Pengembangan bakat fundamental dalam cabang olahraga bola basket harus ditanamkan secara konsisten melalui variasi kompetisi yang menarik dan kompetitif bagi generasi muda. Pengurus Kota Perbasi Blitar menginisiasi sebuah ajang kejuaraan khusus yang dirancang untuk menguji ketangkasan teknis individu secara presisi di luar format pertandingan tim konvensional. Ajang adu bakat ini memfokuskan penilaian pada elemen paling mendasar dalam permainan basket, yaitu tingkat ketepatan mengoper bola serta kecepatan dalam mengontrol pantulan bola di lantai. Implementasi kejuaraan inovatif ini menjadi terobosan baru dalam memetakan potensi kemampuan motorik halus para pemain muda di Jawa Timur.
Format perlombaan dalam kejuaraan ketangkasan ini mengadopsi standar internasional yang dikemas dalam sebuah lintasan rintangan (obstacle course) berdurasi waktu ketat. Pada pos pertama, peserta diwajibkan menunjukkan kemahiran mengontrol bola (dribbling) dengan melakukan manuver zig-zag melewati deretan tiang pancang menggunakan kedua tangan secara bergantian (crossover). Penilaian pada tahap ini tidak hanya bertumpu pada kecepatan waktu tempuh, melainkan juga pada kerendahan posisi tubuh (low stance) dan kemampuan menjaga bola agar tidak lepas dari jangkauan tangan saat melakukan akselerasi maksimum.
Setelah melewati rintangan kontrol bola, peserta langsung memasuki pos pengujian ketepatan mengoper (passing accuracy). Di area ini, pemain harus melempar bola dengan teknik hantaman dada (chest pass) dan operan pantul (bounce pass) ke dalam sasaran target lingkaran yang bergerak atau statis dengan jarak yang telah ditentukan. Ketepatan dalam menyalurkan bola ini sangat krusial, karena dalam pertandingan riil, keterlambatan sepersekian detik atau pergeseran arah operan sedikit saja dapat memicu terjadinya intersep oleh tim lawan yang bertahan.