Blitar bukan hanya dikenal sebagai kota Proklamator, tetapi juga wilayah yang kaya akan situs sejarah peninggalan kerajaan masa lalu. Memanfaatkan kekayaan budaya ini, Perbasi Blitar mengambil langkah unik yang belum pernah dilakukan sebelumnya, yaitu dengan mengadakan sesi latihan di pelataran situs bersejarah. Upaya untuk Gelar Latihan di Candi ini bertujuan untuk menumbuhkan rasa cinta tanah air sekaligus membangun karakter atlet yang menghargai nilai-nilai luhur nenek moyang. Dengan latar belakang relief batu yang megah, para pebasket muda diajak untuk menyerap energi sejarah sambil mengasah ketangkasan mereka di lapangan.
Kegiatan ini bukan sekadar ajang pamer visual di media sosial, melainkan bagian dari program karakter building yang serius. Para pelatih di Perbasi Blitar percaya bahwa seorang atlet yang hebat harus memiliki akar identitas yang kuat. Saat melakukan latihan fisik atau simulasi strategi di area candi, para atlet diingatkan tentang ketangguhan bangsa ini di masa lampau. Filosofi pembangunan candi yang membutuhkan ketelitian, kerja sama tim, dan kesabaran tingkat tinggi sangat relevan dengan disiplin yang dibutuhkan dalam dunia basket. Dengan demikian, kegiatan Gelar Latihan di Candi menjadi jembatan emosional antara olahraga modern dan warisan budaya.
Dari sisi teknis, berlatih di area terbuka dengan permukaan yang berbeda dari lapangan indoor memberikan tantangan tersendiri bagi keseimbangan atlet. Perbasi Blitar mengatur jadwal latihan ini pada waktu-waktu tertentu agar tidak mengganggu kenyamanan wisatawan dan tetap menjaga kelestarian situs. Fokus utama latihan di lokasi sejarah ini biasanya pada aspek mental dan kerja tim (chemistry). Suasana yang magis dan tenang di sekitar candi membantu pemain untuk lebih fokus pada instruksi pelatih dan mempererat ikatan persaudaraan antar pemain. Mereka belajar bahwa basket bukan hanya soal memasukkan bola ke ring, tetapi juga soal menghormati tempat mereka berpijak.
Upaya ini juga merupakan strategi jitu untuk mempopulerkan olahraga basket di kalangan masyarakat luas. Dengan membawa basket ke tempat-tempat ikonik, antusiasme warga lokal dan wisatawan untuk melihat aktivitas atlet menjadi meningkat. Hal ini secara tidak langsung membantu meningkatkan pariwisata daerah. Perbasi Blitar ingin menunjukkan bahwa basket adalah olahraga inklusif yang bisa beradaptasi dengan lingkungan apa pun, bahkan di tempat yang kental dengan nuansa Sejarah & Basket. Sinergi ini menciptakan narasi baru yang segar bagi promosi daerah, di mana prestasi olahraga dan pelestarian budaya berjalan beriringan.