Olahraga sering kali dianggap sebagai aktivitas yang hanya bisa dinikmati oleh mereka yang memiliki fisik sempurna, namun pandangan sempit ini perlahan mulai terkikis oleh aksi nyata yang dilakukan di Kota Patria. Melalui inisiatif bertajuk Basket Tanpa Batas, pengurus Perbasi Blitar menunjukkan bahwa esensi dari olahraga basket adalah inklusivitas dan kemanusiaan. Dalam sebuah acara yang penuh haru, organisasi ini menyelenggarakan program bantuan sosial yang sangat spesifik, yaitu pemberian bantuan alat bantu mobilitas berupa kursi roda bagi komunitas difabel di wilayah Blitar dan sekitarnya.
Langkah untuk memberikan donasi kursi roda ini lahir dari keprihatinan para pengurus basket terhadap keterbatasan akses bagi rekan-rekan disabilitas untuk tetap aktif bergerak. Basket, dalam filosofinya, adalah tentang pergerakan, kecepatan, dan kerja sama tim. Dengan memberikan kursi roda yang layak, Perbasi Blitar ingin memberikan kesempatan bagi mereka yang memiliki keterbatasan fisik untuk tetap bisa merasakan kemerdekaan dalam bergerak. Bantuan ini bukan sekadar alat medis, melainkan simbol bahwa dunia olahraga peduli dan merangkul semua kalangan tanpa kecuali, menciptakan sebuah ekosistem sosial yang saling mendukung.
Komunitas disabilitas di Blitar menyambut program ini dengan sukacita yang luar biasa. Selama ini, banyak dari mereka yang terhambat aktivitasnya karena kursi roda yang lama sudah tidak layak pakai atau bahkan tidak memilikinya sama sekali. Dalam acara penyerahan tersebut, Perbasi juga mengadakan sesi berbagi di mana para atlet basket profesional berinteraksi langsung dengan para penerima manfaat. Interaksi ini membuka mata para atlet muda bahwa kekuatan yang sesungguhnya tidak hanya terletak pada otot kaki yang kuat saat melompat, tetapi pada ketangguhan mental untuk tetap bertahan di tengah keterbatasan fisik yang ada.
Program ini secara organik memicu gelombang simpati dan dukungan dari masyarakat luas di Blitar. Banyak pihak swasta dan individu yang akhirnya ikut menyumbangkan dana agar jumlah kursi roda yang dibagikan bisa lebih banyak dari target awal. Gerakan ini membuktikan bahwa basket bisa menjadi jembatan yang menghubungkan berbagai lapisan masyarakat untuk tujuan yang mulia. Inklusivitas dalam olahraga menjadi poin penting yang ingin ditekankan oleh pengurus daerah, bahwa setiap orang berhak mendapatkan fasilitas yang mendukung kualitas hidup mereka, terlepas dari kondisi fisik yang mereka miliki sejak lahir atau karena musibah.